//
Kembali ke News
Artikel 03 Jun 2026

KELELAHAN DIGITAL : SAAT TERHUBUNG TERUS-MENERUS JUSTRU MEMBUAT LELAH

M Maghfur Ramdhani, Muhammad Ali Rahman Ramadhan, Firdzi Muhtaja Indan, Callista Shafa' Zuhra, dan Aur
KELELAHAN DIGITAL : SAAT TERHUBUNG TERUS-MENERUS JUSTRU MEMBUAT LELAH
Di era digital, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Mulai dari mencari informasi, mengerjakan tugas kuliah, berkomunikasi dengan teman, hingga mencari hiburan, hampir semuanya dilakukan melalui perangkat digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang semakin sering dialami mahasiswa, yaitu digital fatigue atau kelelahan digital.

Kelelahan Digital (Digital Fatigue)

Merupakan kondisi ketika seseorang merasa lelah secara fisik maupun mental akibat penggunaan perangkat digital yang terlalu intens dan berlangsung dalam waktu lama. Tidak hanya menyebabkan mata lelah dan gangguan tidur, kondisi ini juga dapat memengaruhi konsentrasi, produktivitas, hingga kesehatan mental seseorang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Semester 4 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, seluruh responden menggunakan media sosial selama 6–8 jam setiap hari. Aktivitas yang paling sering dilakukan meliputi scrolling video pendek, mencari informasi terbaru, menikmati konten hiburan,serta berinteraksi melalui berbagai platform media sosial.

Tingginya intensitas penggunaan media sosial ternyata menimbulkan berbagai dampak. Mahasiswa mengaku sering mengalami rasa jenuh, sulit fokus, kelelahan mata, hingga terganggunya pola tidur akibat penggunaan ponsel hingga larut malam. Tidak sedikit pula yang merasakan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi ketika tidak membuka media sosial dalam waktu tertentu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi sekadar sarana hiburan, tetapi telah menjadi kebutuhan yang memengaruhi pola hidup Generasi Z. Ketika penggunaan media tidak dikelola dengan baik, manfaat yang diberikan justru dapat berubah menjadi sumber kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengatasi kelelahan digital, mahasiswa mulai menerapkan berbagai strategi sederhana namun efektif. Beberapa di antaranya adalah membatasi durasi penggunaan media sosial, memanfaatkan fitur Focus Mode, melakukan digital detox secara berkala, mengurangi kebiasaan scrolling tanpa tujuan, serta memperbanyak aktivitas produktif di luar dunia digital. Langkah-langkah tersebut membantu menciptakan keseimbangan antara kehidupan online dan aktivitas di dunia nyata.

Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:
✅ Mengatur waktu penggunaan media sosial
✅ Menggunakan focus mode
✅ Melakukan digital detox secara berkala
✅ Meningkatkan literasi digital
✅ Memperkuat komunikasi secara langsung

Pada akhirnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang memudahkan kehidupan, bukan sumber kelelahan. Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk menggunakan media sosial secara sadar dan sesuai kebutuhan. Seperti pesan utama dalam penelitian ini: "Gunakan media secara sadar, bukan sekadar terus terhubung." Dengan penggunaan yang lebih bijak, kita dapat tetap menikmati manfaat teknologi tanpa harus terjebak dalam kelelahan digital.