Kembali ke News
Artikel 16 Apr 2026

The Power Of Capung

M Muiz Rosyadi
The Power Of Capung
Capung adalah salah satu serangga purba. Capung sudah ada di Bumi sejak 300 juta tahun lalu. Fosil capung terbesar yang pernah ditemukan memiliki lebar sayap hingga 3 meter. Capung terlihat sebagai makhluk yang cantik yang senang terbang di dekat air. Ternyata, capung adalah predator ganas yang memiliki rahang tajam.

Capung pertama kali diteliti taksonominya oleh ilmuwan asal Denmark yaitu Johann Christian Fabricius. Dia terkenal karena sering meneliti taksonomi serangga berdasarkan bentuk mulutnya. Capung dimasukkan ke dalam ordo “Odonata”. Odonata berarti gigi. Istilah ini merujuk pada struktur geligi yang kuat pada rahang bawah capung.

Di Indonesia, ditemukan dua sub ordo, yaitu sub ordo Zygoptera dan Anisoptera. Anisoptera memiliki ukuran yang lebih besar dari Zygoptera.

Baik dalam bentuk larva maupun dewasa, capung adalah predator yang memangsa hewan yang lebih kecil darinya.

Dalam bentuk larva, capung memangsa jentik nyamuk dan larva serangga. Setelah dewasa, capung memangsa nyamuk dan serangga kecil yang bisa membahayakan.

Dilansir dari Litbang Kementerian Kesehatan, semakin banyak capung yang hidup di suatu daerah, maka itu menunjukkan lingkungan yang bersih. Selain itu, ini menunjukkan bahwa air di lingkungan tersebut bersih dan bebas polusi.